Bagi wanita yang memiliki siklus haid tetap, akan lebih mudah dalam menghitung masa subur. Namun sayangnya tidak semua wanita memiliki siklus haid yang tetap, banyak dari mereka yang siklus haidnya tidak beraturan sehingga membuat mereka bingung bagaimana cara menghitung masa subur.

Mencatat terlebih dahulu 6 bulan siklus haid Anda

Siklus haid wanita yang tidak beraturan terkadang terjadi 30 hari, bahkan ada juga yang hingga 40 hari, namun pada bulan berikutnya justru siklus haidnya hanya 24 hari, siklus seperti ini biasanya banyak dialami oleh para wanita muda, untuk Anda yang mengalami masalah seperti ini Anda harus menghitung setidaknya enam bulan masa haid anda, sebagai contoh :

Bulan pertama siklus haid anda 30 hari

Bulan kedua 24 hari

Bulan ketiga 28 hari

Bulan keempat 21 hari

Bulan kelima 27 hari

Bulan keenam 30 hari

Menghitung masa subur dengan siklus haid tidak beraturan seperti ini bisa dilakukan dengan cara, hitung jumlah terpendek dari siklus haid Anda kemudian dikurangi 18 maka hasilnya adalah hari pertama masa subur anda.

Sedangkan untuk mengetahui hari masa subur terakhir anda, cara menghitungnya adalah seperti berikut ini, siklus haid terlama anda kemudian dikurangi 11, maka hasilnya adalah hari terakhir masa subur anda.

Jika anda masih kebingungan menghitung masa subur pada siklus haid Anda yang berantakan maka jalan pintasnya adalah membeli alat tes kesuburan yang bisa anda dapatkan di apotek, cara ini juga efektif untuk bisa mengetahui masa subur, alat ini juga sangat mudah digunakan sehingga tidak akan membuat Anda bingung.

Semoga artikel ini bisa membantu Anda yang sangat ingin memiliki buah hati, menghitung masa subur bisa menjadi salah satu ikhtiar bagi anda untuk bisa berhubungan badan di waktu yang memungkinkan berpeluang besar akan terjadinya pembuahan, Selain itu memanjatkan doa adalah hal utama karena perkara anak sepenuhnya adalah kuasa Tuhan.