Sebelum Anda mengajukan permohonan KPR, ada baiknya jika sebelumnya Anda menggunakan kalkulator kredit, untuk memperoleh estimasi kredit, dan estimasi besar cicilan KPR, yang akan dibayar setiap bulannya, termasuk memperhitungkan tingkat suku bunga.

Cara menggunakan kalkulator kredit rumah umum

Apabila Anda menggunakan simulasi kalkulator kredit KPR umum, biasanya ada beberapa data yang harus diisi, antara lain :

  1.   Harga properti, disini Anda akan memasukkan nilai properti yang akan dibeli.  
  2.   Jumlah uang muka, atau besaran DP, yang akan Anda pilih dan bayar. Kali ini Anda akan memasukkan sejumlah rupiah. Misalnya saja Anda memasukkan jumlah minimal DP yang diberikan oleh pihak KPR.   
  3.   Persentase uang muka, tidak lain adalah besaran DP dalam bentuk rupiah ke bentuk persenan atau %.  
  4.   Bunga fixed, ini adalah besaran bunga stabil yang biasanya diberikan oleh pihak KPR.  
  5.   Bunga floating, ini adalah besaran bunga yang tidak stabil per tahunnya, yang juga biasanya diberikan oleh pihak KPR.  
  6.   Tenor, tidak lain adalah lama cicilan yang akan anda bayar. Terdapat minimal tenor dan maksimal tenor. Pilih salah satu yang dinilai paling tepat.

Jika sudah selesai, kemudian tekan tombol ‘hitung’, maka dalam jangka waktu tidak lama,akan muncul, besaran cicilan yang harus Anda bayar per bulannya.     

Cara menggunakan kalkulator kredit KPR perbankan

Adapun cara menggunakan dan cara menghitung menggunakan kalkulator kredit rumah, dari perbankan tidak jauh berbeda. Adapun fitur dan data yang harus Anda isi kali ini, antara lain:

–       Jenis suku bunga, kali ini, Anda akan memilih, jenis suku bunga yang akan digunakan, apakah anuitas (floating), atau flat.    

–       Jenis KPR, berikutnya adalah memilih jenis KPR yang akan Anda beli, apakah Anda membeli rumah dengan sistem KPR yang bersubsidi atau non bersubsidi.

–       Harga beli properti. Seperti biasa, masukkan juga harga beli rumah atau properti milik Anda.  

–       Suku bunga per tahun. Biasanya pihak perbankan sendiri, sudah menentukan sendiri, besaran nilai suku bunga per tahunnya. Ini adalah bentuk suku bunga yang fix, selama kurun waktu tertentu.  

–       Tenor. Disini Anda akan memilih, berapa lama Anda akan mencicil rumah tersebut. Minimalnya biasanya 1 tahun, dan maksimalnya 25 atau 30 tahun.  

–       Uang muka. Seperti biasa, Anda juga akan memasukan besaran uang muka atau DP yang akan dibayar.  

–       Suku bunga floating, biasanya sudah ditentukan oleh pihak perbankan. Dimana ini adalah suku bunga dari BI, yang akan berlaku setelah 1 tahun masa cicilan.

Seperti sebelumnya, jika sudah, maka Anda hanya perlu menekan tombol ‘hitung’, yang ada pada bagian bawah kalkulator kredit kpr. Maka tidak berapa lama, akan muncul, besaran nilai cicilan per bulannya yang harus anda bayar pada pihak bank.  

Adanya kalkulator kredit KPR ini, tentu akan memudahkan Anda dalam merencanakan membeli rumah, serta mempersiapkan dana secara lebih baik, untuk cicilan rumah kelak, secara lebih bijak dan pastinya tidak akan mengganggu pengeluaran rutin lainnya.